BISNIS ONLINEKU...GABUNG Ya....

Sabtu, 26 Juni 2010

Warna Hujan

IGA. Komang. Wiliani

Pengembala itu menertawai Eva, gadis kecil yang gugup menuntun anak sapi yang lincah mencegat jalannya. Anak sapi lalu berlari lagi menggoyangkan ekornya, mengusir lalat yang betah menggosok telapak tangan karena dingin hujan di ladang. Dengan gertakan kecil, Eva berlari menuntun dengan temali, menyentuh rumput yang menyerap warna hujan.
Dengan punggung tangannya ia mengelus pipi panjang si anak sapi. Ia mendongeng lembut, selembut jejak-jejak lumpur di gubuk pelepah. Tempat rasa hangat memeluk  mimpi sederhana si anak sapi, rumput liar dan susu hangat induknya. Serangga malam menjadi koor yang menyanyi sepanjang pagi, mengiringi cerita Eva tentang seorang kurcaci  yang sering duduk di kayu pembajak,  menumbuhkan rumput dengan nyanyian yang ditebar sepanjang perjalanan sapi dewasa ketika membajak sawah.
Segala macam rumput di pematang adalah hasil nyanyiannya. Nyanyian yang lembut akan menumbuhkan rumput hijau yang bisa kau injak, sedangkan nyanyian dengan oktaf tinggi akan membuat rumput tumbuh besar hingga kau harus mendongak jika memandangnya. Akan slalu ada rumput jika kurcaci itu menyanyi.
Lalu sapi kecil bertanya “Bagaimana agar kurcaci itu tetap menyanyi?” “Tentu saja harus ada sawah dan hutan hijau tua tempat mereka tinggal. Membangun rumah mereka dari getah buah-buahan yang dipetik. Mereka melakukannya dengan menyanyi, termasuk membuat properti rumah. Kau hanya bisa mendengarnya jika terpejam. Menajamkan telinga pada malam. Angin akan membawanya menepi. Anak sapi pun terpejam, perlahan napasnya teratur dan tersenyum pada mimpi  indah.
Eva kecil bergegas, menangkap beberapa kunang-kunang dan menaruhnya di keranjang. Ia menggantung di dekat si anak sapi yang pulas. Memberi matahari mungil dari tubuh kunang-kunang. Kunang-kunang pun menjemput matahari pagi setelah Eva melepasnya ke udara kembali ke sarang hutan hijau tua untuk tidur. Sapi kecil  telah mengerjap dengan matanya yang lentik memamerkan lonceng di lehernya yang seperti beludru.
Ini hadiah dari kurcaci karena para sapi telah menjaga sawah. Sapi kecil akan menggunakannya hingga dewasa, saat kakinya membajak, lonceng akan berdenting-denting dan para kurcaci akan menyanyi untuk menumbuhkan dedaunan.

0 komentar:

Poskan Komentar